BANDAR LAMPUNG — Pengurus Pimpinan Wilayah (PW) Pencak Silat Nahdlatul Ulama (Pagar Nusa) Provinsi Lampung masa bakti 2026–2031 resmi dilantik di Balai Keratun, Sabtu (12/9/2026). Pelantikan mengusung tema “Memperkokoh Khidmah, Meneguhkan Integritas, Menuju Pagar Nusa Berkemajuan.”
Pelantikan tersebut menjadi momentum awal kepengurusan baru untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus meningkatkan kontribusi Pagar Nusa bagi masyarakat, Nahdlatul Ulama, dan pembangunan daerah.
Sejumlah tokoh dan pejabat hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa Edy Junaedi yang mewakili Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa, Kepala Bapenda Lampung Saiful yang mewakili Gubernur Lampung, Ketua PW Pagar Nusa Lampung Ahmad Bashar, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Lampung Zulkarnain, Wakil Ketua PWNU Lampung Prof. Dr. KH. Alamsyah, M.Ag., Ketua DPW PKB Lampung Chusnunia Halim, Ketua PW Ansor Lampung Budi Hadiyunanto, serta sejumlah unsur Forkopimda, organisasi kemasyarakatan, dan lembaga terkait.
Dalam sambutannya, Ketua PW Pagar Nusa Lampung Ahmad Bashar menegaskan bahwa konsolidasi organisasi menjadi prioritas awal kepengurusan periode 2026–2031. Konsolidasi akan diarahkan pada penataan struktur organisasi hingga tingkat cabang dan ranting agar keberadaan Pagar Nusa semakin solid dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Kami ingin Pagar Nusa benar-benar mengabdi kepada para ulama dan kiai, khususnya di lingkungan Nahdlatul Ulama. Kami menjaga persatuan, menjaga kepercayaan yang diberikan Polda Lampung untuk ikut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta senantiasa mendukung seluruh program Pemerintah Daerah Lampung,” ujar Bashar.
Menurutnya, penguatan struktur menjadi penting untuk memastikan roda organisasi berjalan secara efektif di seluruh wilayah Lampung. Saat ini, kepengurusan Pagar Nusa telah terbentuk di 15 kabupaten/kota dengan jumlah anggota yang terdata sekitar 40 ribu orang.
Bashar juga menegaskan bahwa Pagar Nusa merupakan badan otonom NU yang bergerak di bidang pencak silat dan menjadi bagian dari keluarga besar Nahdlatul Ulama. Karena itu, ia meminta seluruh jajaran pengurus tetap menjaga ketaatan terhadap garis organisasi serta menjadikan khidmah kepada NU sebagai landasan dalam menjalankan kegiatan.
“Pagar Nusa adalah satu-satunya badan otonom NU yang bergerak di bidang pencak silat. Ini bukan milik perorangan, melainkan milik seluruh keluarga besar NU. Maka, ketaatan kepada induk organisasi harus dijaga,” tegasnya.
Ia juga berharap Pemerintah Provinsi Lampung terus memberikan ruang, dukungan, dan pembinaan terhadap Pagar Nusa sehingga organisasi dapat berkembang dan menjalankan program secara optimal.
Sementara itu, Wakil Ketua PWNU Lampung Safari Daud mendorong Pagar Nusa untuk memperluas kehadirannya di tengah masyarakat, khususnya di lingkungan pondok pesantren NU yang tersebar di berbagai daerah di Lampung.
Menurut Safari, Pagar Nusa tidak hanya memiliki peran dalam pengembangan seni bela diri, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah serta memperkuat persatuan masyarakat.
“Kehadiran Pagar Nusa harus menyatu dengan masyarakat. Bersama Banser dan lembaga-lembaga lain, kita menjadi satu kekuatan untuk menjaga persatuan dan kesatuan,” ujarnya.
Senada, Wakil Ketua Umum Pagar Nusa Pusat Edy Junaedi mengingatkan kepengurusan baru agar memperkuat hubungan kelembagaan dengan NU, memperluas jejaring organisasi, serta membangun komunikasi dengan berbagai perguruan pencak silat.
Ia menekankan pentingnya semangat pengabdian dalam menjalankan organisasi sekaligus mendorong Pagar Nusa mengambil peran positif dalam menjaga persatuan bangsa.
“Jangan lelah berkhidmat. Pagar Nusa harus menjadi kekuatan yang menjaga keutuhan NKRI, bersinergi dengan seluruh elemen bangsa, dan berkoordinasi erat dengan Pemerintah Provinsi Lampung,” pesannya.
Mewakili Pemerintah Provinsi Lampung, Kepala Bapenda Lampung Saiful menyambut baik pelantikan tersebut. Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga membutuhkan penguatan karakter, mental, dan spiritual generasi muda.
Dalam konteks tersebut, Pagar Nusa dinilai memiliki ruang strategis untuk berkontribusi melalui pembinaan pencak silat sekaligus penanaman nilai disiplin, persatuan, dan karakter kepada generasi muda.
“Pembangunan tidak hanya soal fisik dan infrastruktur, tetapi juga membangun mental, spiritual, dan karakter generasi muda. Di sinilah peran Pagar Nusa sangat dibutuhkan,” ujar Saiful.
Ia berharap pencak silat dapat terus dikembangkan sebagai sarana pemersatu masyarakat dan generasi muda, bukan menjadi sumber perpecahan, serta tetap menjunjung nilai-nilai luhur yang diwariskan para ulama dan para pendahulu.
Pelantikan PW Pagar Nusa Lampung masa bakti 2026–2031 turut dihadiri para kiai, tokoh masyarakat, unsur pemerintah daerah, perwakilan DPRD Lampung, IPSI Lampung, Bawaslu, KPU, serta keluarga besar Pagar Nusa dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Lampung.