Pesawaran, 4 Agustus 2026 - Tinggal di kawasan pesisir tidak hanya berarti hidup berdampingan dengan laut, tetapi juga memahami berbagai potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Kesadaran inilah yang coba ditanamkan Program Studi Teknik Kelautan, Fakultas Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan (FTIK), Institut Teknologi Sumatera (ITERA), melalui kegiatan Bina Desa bertajuk "Edukasi Kebencanaan Kreatif dan Aktif" bagi siswa kelas V SD Negeri 6 Teluk Pandan, Desa Gebang, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran.
Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari, Senin-Selasa, 3-4 Agustus 2026, tersebut menjadi bagian dari program pengabdian kepada masyarakat Program Studi Teknik Kelautan ITERA. Melalui kegiatan ini, siswa dikenalkan pada konsep dasar kebencanaan dengan pendekatan yang sederhana, menyenangkan, dan sesuai dengan karakteristik anak usia sekolah dasar.
Wilayah pesisir memiliki karakter lingkungan yang dinamis sekaligus menghadapi berbagai potensi ancaman bencana. Karena itu, kemampuan mengenali bahaya, memahami langkah penyelamatan diri, dan mengetahui jalur menuju tempat aman merupakan pengetahuan penting yang perlu diperkenalkan sejak dini. Pendidikan kebencanaan tidak semata-mata memberikan pengetahuan mengenai jenis bencana, tetapi juga membangun sikap waspada, tenang, tanggap, dan siap bertindak ketika menghadapi keadaan darurat.
Dalam kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan dengan berbagai jenis bencana, tanda-tanda bahaya yang perlu diperhatikan, langkah-langkah penyelamatan diri, tata cara evakuasi yang benar, hingga pentingnya mengenali titik kumpul aman ketika terjadi kondisi darurat.
Berbeda dengan pembelajaran yang hanya dilakukan melalui penyampaian materi di dalam kelas, kegiatan Bina Desa ini dirancang secara kreatif, aktif, dan partisipatif. Para siswa tidak hanya menjadi pendengar, tetapi dilibatkan langsung dalam proses pembelajaran sehingga konsep kebencanaan dapat dipahami melalui pengalaman sederhana yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
| adik-adik siswa SD dengan serius mendengarkan kuis kreatif yang disampaikan oleh Bu Elsa Rizkiya K., S.T., M.Sc |
Salah satu bagian penting dalam kegiatan adalah simulasi sederhana evakuasi menuju titik kumpul aman. Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak memahami bahwa dalam situasi darurat setiap orang perlu mengetahui apa yang harus dilakukan, ke mana harus bergerak, serta bagaimana mengikuti proses evakuasi secara tertib.
Pendekatan semacam ini diharapkan membuat materi kebencanaan tidak berhenti sebagai pengetahuan teoritis. Sebaliknya, pengetahuan tersebut dapat melekat sebagai bagian dari kebiasaan dan kesiapsiagaan siswa ketika berada di sekolah, di rumah, maupun di lingkungan tempat tinggal mereka.
Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa Teknik Kelautan
Pelaksanaan Bina Desa melibatkan 15 orang tim Program Studi Teknik Kelautan ITERA, terdiri atas 10 dosen dan 5 mahasiswa. Selama kegiatan berlangsung, tim mengambil peran sebagai pemateri, fasilitator, sekaligus pendamping kelompok siswa.
Keterlibatan mahasiswa juga menjadi bagian penting dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa memperoleh kesempatan untuk menerapkan pengetahuan akademik sekaligus berinteraksi langsung dengan masyarakat, khususnya dalam menyampaikan informasi teknis menggunakan bahasa yang lebih sederhana dan mudah dipahami oleh anak-anak.
Kolaborasi antara dosen, mahasiswa, sekolah, dan siswa tersebut memperlihatkan bahwa pendidikan mengenai kebencanaan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam menghasilkan pengetahuan melalui pendidikan dan penelitian, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk membawa pengetahuan tersebut lebih dekat kepada masyarakat.
Bagi Program Studi Teknik Kelautan ITERA, edukasi kebencanaan di kawasan pesisir memiliki relevansi yang kuat dengan pengembangan keilmuan kelautan dan pesisir. Kehidupan masyarakat pesisir tidak dapat dipisahkan dari dinamika lingkungan laut sehingga peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi risiko bencana menjadi bagian penting dalam membangun wilayah pesisir yang lebih tangguh.
Membangun Generasi Pesisir yang Tangguh
Pemilihan siswa sekolah dasar sebagai sasaran kegiatan memiliki makna strategis. Pengetahuan mengenai keselamatan dan kesiapsiagaan yang diperkenalkan sejak usia dini berpotensi membentuk perilaku sadar bencana dalam jangka panjang.
Anak-anak juga dapat menjadi bagian penting dalam penyebaran pengetahuan di lingkungan terdekatnya. Pemahaman yang mereka peroleh di sekolah dapat kembali diceritakan kepada orang tua, saudara, maupun teman di lingkungan tempat tinggal sehingga pesan kesiapsiagaan bencana berpotensi menjangkau masyarakat lebih luas.
Melalui kegiatan tersebut, kesiapsiagaan diperkenalkan bukan sebagai sesuatu yang menakutkan, tetapi sebagai kemampuan untuk mengenali lingkungan, memahami risiko, dan mengetahui tindakan yang tepat ketika menghadapi kondisi darurat.
Kegiatan Bina Desa di SD Negeri 6 Teluk Pandan sekaligus menjadi wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Keilmuan yang berkembang di lingkungan kampus diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi sivitas akademika, tetapi juga dapat diterjemahkan menjadi pengetahuan praktis yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Melalui pendekatan edukasi yang kreatif dan aktif, Program Studi Teknik Kelautan ITERA berupaya menumbuhkan budaya sadar dan siaga bencana mulai dari lingkungan sekolah. Langkah sederhana seperti mengenali tanda bahaya, memahami prosedur evakuasi, dan mengetahui titik kumpul aman dapat menjadi bekal penting dalam membangun masyarakat pesisir yang lebih tangguh.
Ke depan, ITERA berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan kegiatan edukasi kebencanaan kepada desa dan sekolah lainnya di sekitar wilayah kampus. Dengan menghubungkan pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebutuhan nyata masyarakat, perguruan tinggi diharapkan dapat berperan lebih besar dalam meningkatkan kesiapsiagaan sekaligus ketangguhan masyarakat menghadapi berbagai potensi bencana.
Dari ruang kelas di SD Negeri 6 Teluk Pandan, budaya siaga bencana mulai diperkenalkan melalui langkah sederhana: mengenali risiko, memahami cara menyelamatkan diri, dan berani mengambil tindakan yang tepat. Sebab, masyarakat pesisir yang tangguh dapat dibangun mulai dari generasi yang memahami lingkungannya sejak dini.
Tags
Inspiratif