SAMBUT KEDATANGAN WAKIL PRESIDEN RI DI BANDAR LAMPUNG, LMND BANDAR LAMPUNG LAKUKAN AKSI MIMBAR BEBAS

‎‎Wakil presiden Republik Indonesia datang ke kota Tapis Berseri pada 8 Mei 2026. Kehadiran Gibran  Rakabuming Raka ke kota Bandar Lampung dilakukan setelah melakukan kunjungan kerja di Lampung Timur.
‎Terlihat sesuatu yang unik dari kunjungan orang nomor dua Republik Indonesia ini. Kunjungan wakil presiden Republik Indonesia ke kota Bandar Lampung disambut aksi mimbar bebas yang diadakan oleh LMND Bandar Lampung di bundaran Hajimena.
‎Aksi mimbar bebas ini dilakukan untuk menyikapi berbagai persoalan yang ada di Indonesia khususnya di Provinsi Lampung. Dalam aksinya, LMND Bandar Lampung menyoroti jurang ketimpangan yang amat ekstrem di Indonesia. Hal ini disampaikan Ketua Eksekutif Kota LMND Bandar Lampung dalam orasinya.
‎"Kita melihat masih belum tuntasnya berbagai persoalan pada masa pemerintahan Prabowo-Gibran. Salah satu hal yang paling mendesak adalah kondisi sosial-ekonomi masyarakat sedang berada dalam jurang ketimpangan ekstrem" ujar Marco.
‎Dalam kondisi pendidikan, LMND Bandar Lampung menyikapi tentang kondisi pendidikan yang sudah menyimpang dari  filosofis pendidikan yang sebenarnya. LMND Bandar Lampung melihat  kondisi ketimpangan yang terjadi dalam lingkup sosial-ekonomi masyarakat juga berdampak pada kondisi pendidikan di Indonesia hari ini. 
‎"Ketimpangan ekstrem yang terjadi dalam lingkup sosial-ekonomi masyarakat Indonesia juga mempengaruhi kondisi pendidikan Indonesia. Hari ini kita melihat, ketika segelintir oligarki dominan menguasai kekayaan alam nasional, di sisi lain kita melihat ada masyarakat marjinal yang untuk makan saja susah, apalagi untuk mendapat akses pendidikan" ucap Marco.
‎Ketua Eksekutif Kota LMND Bandar Lampung, Marco Fadhillah Ikhlas, menyerukan agar persoalan pendidikan harus menjadi prioritas utama Pemerintah. Lebih lanjut, Marco menjelaskan bahwa pemerintah harus belajar dari kasus tentang pendidikan yang terjadi dalam beberapa waktu belakangan seperti anak 10 tahun yang bunuh diri di NTT akibat tidak bisa membeli buku sekolah, siswa SMK di Samarinda yang meninggal akibat sepatu kekecilan, dan kasus krusial lainnya yang terkait dengan pendidikan.
‎"Dari beberapa kasus tentang pendidikan yang terjadi beberapa waktu belakangan seperti yang terjadi di NTT, Samarinda, dan lainnya harus menjadi momentum refleksi bagi Pemerintah agar lebih fokus terhadap persoalan pendidikan" ujar Marco.
‎Aksi yang dilakukan LMND Bandar Lampung dalam penyambutan Wakil Presiden RI ini juga menyerukan agar Wakil Presiden turut mengintervensi persoalan represifitas aparat yang menimpa masyarakat adat di Tulang Bawang. 
‎"Kami meminta agar Wakil Presiden memberikan intervensi langsung kepada aparat seperti TNI AU dan POLDA Lampung yang terlibat kasus konflik agraria yang terjadi di Tulang Bawang seperti TNI AU dan POLDA Lampung. Tidak etis apabila TNI AU dan POLDA Lampung melakukan represifitas kepada masyarakat adat yang sudah mengelola tanah ratusan tahun, apapun bentuk represifitas nya" tegas Marco dalam orasi nya.
‎Aksi ini ditutup dengan pernyataan sikap oleh Bandar Lampung. Isi dari pernyataan sikap tersebut :
‎Kedatangan Wakil Presiden Republik Indonesia ke Lampung seharusnya tidak hanya menjadi agenda seremonial belaka, tetapi momentum untuk mendengar langsung jeritan rakyat, mahasiswa, petani, buruh, dan kelompok tertindas yang hingga hari ini masih hidup dalam ketimpangan sosial yang nyata.
‎Di tengah meningkatnya kemiskinan, ketimpangan penguasaan tanah, mahalnya biaya pendidikan, serta menumpuknya kekayaan pada segelintir elite, negara justru kerap hadir melindungi kepentingan pemodal dibanding kepentingan rakyat luas. Lampung menjadi salah satu daerah yang memperlihatkan dengan jelas bagaimana konflik agraria, ketidakadilan pendidikan, dan ketimpangan ekonomi terus dipelihara oleh sistem yang tidak berpihak pada rakyat.
‎Atas dasar itu, LMND menyatakan sikap :
‎1. Wujudkan Pajak Kekayaan untuk mengatasi ketimpangan ekstrem
‎2. Selesaikan Konflik Agraria di Tulang Bawang!
‎3. Penyelesaian konflik agraria secara adil dan berpihak kepada rakyat
‎4. Tarik semua aparat dan plang TNI AU dari tanah masyarakat adat di tulang bawang
‎5. Laksanakan reforma agraria sejati, bukan reforma agraria palsu yang hanya menguntungkan elite dan pemodal.
‎6. Hentikan Komersialisasi Pendidikan
‎7. Wujudkan pendidikan gratis, ilmiah dan demokratis bagi rakyat;
‎Hidup Mahasiswa!
‎Hidup Rakyat Indonesia!
Lebih baru Lebih lama

Editor : Havid Nurmanto

نموذج الاتصال