Ketua Ikam Waykanan Dedy Yansyah putra menyampaikan Bahwa Waykanan Hari ini tidak lagi Menunjukan keindahan dan kecantikannya Melainkan Mempertontonkan permasalahan yang tidak bisa diselesaikan dengan cepat oleh pemerintah Daerah. Dan Dalam forum tersebut
IKAM Way Kanan tidak hadir sebagai pelengkap seremonial, melainkan sebagai representasi suara rakyat yang selama ini terpinggirkan oleh kebijakan pembangunan yang tidak adil. Audiensi ini menjadi ruang konfrontasi gagasan sekaligus forum pertanggungjawaban moral dan politik atas kegagalan negara, khususnya pemerintah daerah dan pusat, dalam menghadirkan pembangunan infrastruktur yang layak di Kabupaten Way Kanan.
Berdasarkan hasil kajian komprehensif yang telah dilakukan, IKAM Way Kanan menemukan adanya ketimpangan pembangunan yang tidak bisa lagi dianggap sebagai persoalan biasa. Realitas di lapangan menunjukkan kondisi jalan yang rusak parah dan berlarut-larut tanpa perbaikan signifikan, yang secara langsung melumpuhkan aktivitas ekonomi masyarakat, menghambat distribusi hasil pertanian, serta memperparah keterisolasian wilayah. Di sisi lain, akses terhadap fasilitas publik seperti pendidikan, kesehatan, dan layanan dasar lainnya masih sangat terbatas, terutama di daerah-daerah terpencil. Hal ini semakin diperparah oleh lemahnya perencanaan pembangunan serta minimnya pengawasan terhadap penggunaan anggaran, yang seharusnya menjadi instrumen utama dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Situasi ini tidak dapat lagi dipandang sebagai sekadar kelalaian administratif atau kendala teknis semata. Lebih dari itu, kondisi ini mencerminkan adanya kegagalan struktural dalam menentukan prioritas pembangunan. Anggaran yang seharusnya difokuskan pada kebutuhan dasar justru kerap tidak tepat sasaran, sehingga melahirkan ketimpangan yang semakin tajam antara harapan masyarakat dan realitas yang mereka hadapi setiap hari. Ini adalah bentuk nyata dari pembangunan yang kehilangan arah dan tidak berpihak pada kepentingan rakyat.
Dalam audiensi tersebut, IKAM Way Kanan juga menuntut kejelasan langkah konkret dari pemerintah, baik di tingkat daerah maupun pusat, dalam menyelesaikan persoalan ini secara sistematis dan berkelanjutan. Tanpa adanya komitmen yang jelas dan tindakan nyata, audiensi semacam ini hanya akan menjadi rutinitas formal yang kehilangan substansi dan makna.
Sebagai bentuk sikap, IKAM Way Kanan menuntut adanya komitmen nyata dari seluruh pemangku kebijakan untuk segera memperbaiki arah pembangunan. Kebijakan harus disusun dengan berlandaskan kebutuhan riil masyarakat, bukan kepentingan politis jangka pendek. Transparansi dalam pengelolaan anggaran harus ditegakkan, dan mekanisme pengawasan harus diperkuat agar tidak lagi terjadi pembiaran terhadap berbagai persoalan yang merugikan rakyat.
IKAM Way Kanan menegaskan bahwa mahasiswa tidak akan tinggal diam. Sebagai agen perubahan dan kontrol sosial, kami akan terus mengawal setiap kebijakan, mengkritisi setiap penyimpangan, serta memastikan bahwa pembangunan di Kabupaten Way Kanan berjalan secara adil, merata, dan berpihak kepada masyarakat. Perjuangan ini bukan hanya tentang infrastruktur, tetapi tentang keadilan, kesejahteraan, dan masa depan daerah yang lebih baik.
Tags
Lampung