Stok BBM Nasional Hanya 20 Hari, DPR dan Pakar Ingatkan Risiko Ketahanan Energi

Jakarta – Stok bahan bakar minyak (BBM) nasional yang hanya cukup untuk sekitar 20 hari menimbulkan sorotan dari DPR dan pakar energi. Pernyataan pemerintah, yang disampaikan pada awal Maret 2026, menunjukkan bahwa kapasitas penyimpanan BBM terbatas, sementara ketergantungan Indonesia pada impor minyak tetap tinggi, sehingga kondisi ini dianggap menunjukkan kerentanan ketahanan energi nasional.

Menteri Bahlil menegaskan bahwa angka 21–25 hari bukan indikasi krisis, melainkan mencerminkan kapasitas penyimpanan nasional yang terbatas. “Memang sejak dahulu kemampuan storage BBM kita tidak lebih dari 21 sampai 25 hari,” ujar Bahlil di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, mengingatkan bahwa ketergantungan Indonesia pada impor minyak membuat negara ini rentan terhadap gangguan pasokan global. Menurut Kalla, pemerintah perlu segera memperkuat cadangan dan strategi energi nasional agar potensi risiko tidak berdampak luas.

Sejumlah pengamat menilai pemerintah harus menyampaikan informasi ini dengan lebih hati-hati. Khomaidi Notonegoro, pengamat energi, mengatakan stok 20 hari hanya cadangan operasional, bukan cadangan strategis nasional, sehingga publik berpotensi panik bila terjadi gangguan pasokan global. Ekonom senior Tauhid Ahmad menambahkan, angka tersebut tidak berarti BBM habis, tetapi pemerintah tetap perlu meningkatkan cadangan energi secara bertahap. Pengamat Iwa Garniwa menekankan, stok yang pendek harus menjadi alarm bagi pemerintah untuk memperkuat kebijakan energi, mulai dari cadangan hingga distribusi.

Sejumlah anggota DPR menyoroti pentingnya transparansi dan komunikasi publik. Rahmat Gobel, anggota Komisi VI DPR, meminta pemerintah lebih terbuka agar masyarakat tidak panik, sementara Nevi Zuairina, anggota Komisi VI, menekankan perlunya penjelasan rinci tentang perbedaan stok operasional dan cadangan strategis. Herman Khaeron, anggota Komisi VI, menilai stok saat ini masih aman, tetapi cadangan tambahan perlu disiapkan menjelang periode konsumsi tinggi seperti mudik Lebaran.

Para pakar menilai stok BBM saat ini jauh dari cadangan strategis ideal, yang di beberapa negara dapat menutupi kebutuhan hingga 90 hari. Beberapa langkah disarankan untuk memperkuat ketahanan energi nasional, antara lain meningkatkan kapasitas storage BBM, memperkuat transparansi publik terkait stok dan distribusi, serta mempercepat diversifikasi energi baru dan terbarukan untuk mengurangi ketergantungan impor minyak. Menurut Khomaidi Notonegoro, ketahanan energi adalah masalah jangka panjang, sehingga pemerintah harus bertindak sebelum masalah kecil berubah menjadi krisis.

Polemik stok BBM 20 hari bukan sekadar angka. Meski pemerintah menegaskan kondisi aman, komentar DPR dan pengamat menunjukkan bahwa Indonesia masih membutuhkan strategi lebih agresif untuk menjaga pasokan, mengantisipasi krisis global, dan mempertahankan kepercayaan publik.

Lebih baru Lebih lama

Editor : Havid Nurmanto

نموذج الاتصال