Tempat Diskusi & Screening Film Pesta Babi kembali Bergeser, Yasir : Takut dan Apatis itu Berhubungan


Bandar Lampung - Agenda diskusi publik dan screening film _Pesta Babi_ kembali mengalami perpindahan lokasi. Setelah sebelumnya dipindahkan dari area Kampus Universitas Malahayati ke Roemah Jus di Jl. Pramuka, panitia kini memastikan kegiatan kembali di pindah. Ketua pelaksana kegiatan, Muhammad Yasir Setiawan, menjelaskan bahwa perpindahan lokasi kembali terjadi setelah pihak Roemah Jus secara sepihak dan mendadak membatalkan penggunaan tempat. Tapi beliau juga mengkonfirmasi sudah mendapatkan tempat yang akan di sampaikan nanti.

Menurut informasi yang diterima panitia, pembatalan sepihak tersebut dilakukan setelah adanya pertimbangan ulang dari pihak pemilik tempat yang merupakan ASN terkait kegiatan diskusi dan pemutaran film yang akan dilaksanakan.

“Kami dihubungi langsung oleh owner Roemah Jus bahwa mereka telah mempertimbangkan Untuk memberikan tempat mereka untuk acara. Informasi dari Penanggung Jawab Lokasi katanya dia khawatir dengan status dia di salah satu Instansi Pemerintahan yang ada di Lampung. Kami menghormati keputusan tersebut, meskipun tentu sangat kami sayangkan, tapi Alhamdulillahnya kami langsung gerak cepat dan mendapatkan tempat yang lebih proper dan lebih luas, nanti akan kami sampaikan menyusul” ujarnya.

Yasir juga menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi sosial yang dinilai menunjukkan masih adanya ketakutan sebagian masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan lingkungan pemerintahan, untuk terlibat dalam ruang diskusi publik. “Kami sangat menyayangkan ketika ada masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan pemerintahan atau ASN, yang memilih menjaga jarak dari ruang diskusi seperti ini karena khawatir terhadap karier atau penilaian tertentu. Padahal diskusi publik dan film adalah bagian dari ruang edukasi masyarakat,” terangnya. 

Menurutnya, sikap apatis terhadap isu sosial dan lingkungan justru dapat berdampak buruk bagi masa depan masyarakat sendiri. Dia menilai berbagai bencana yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera menjadi pengingat penting bahwa persoalan lingkungan hidup harus dibicarakan secara serius dan terbuka.
“Kita melihat sendiri bagaimana beberapa wilayah di Sumatera akhir tahun lalu Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara mengalami bencana besar akibat kerusakan lingkungan. Diawal bulan Mei, di Kab. Musirawas Banjir Bandang menerjang 6 kecamatan. Dan kita di Bandar Lampung pun, banjir terus terjadi di banyak titik disetiap musim penghujan. Ini bukan persoalan kecil,” lanjutnya.

Panitia menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah membangun kesadaran publik terhadap isu lingkungan, sosial, dan pentingnya budaya berpikir kritis di tengah masyarakat

"Melihat dinamika yang ada, pembubaran, penghalangan di beberapa wilayah, dan kamipun merasakan dari rencana di Kampus pindah ke cafe karna alasan tertentu, dan kini di cafe kembali mencancel dengan alasan yang terang "Takut", saya sampaikan bahwa "Takut dan Apatis itu berhubungan". Tutup Muhammad Yasir. Meski beberapa kali mengalami perpindahan lokasi, panitia memastikan kegiatan tetap berjalan sesuai rencana dan justru semakin memperkuat semangat untuk menghadirkan ruang diskusi yang sehat, terbuka, dan edukatif bagi masyarakat.
Lebih baru Lebih lama

Editor : Havid Nurmanto

نموذج الاتصال