PW SEMMI Lampung Desak Kejelasan Pengukuhan Hasil Kongres IX SEMMI: Jangan Biarkan Ketidakpastian Melahirkan Dualisme


BANDAR LAMPUNG — Ketua Umum Pengurus Wilayah Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Lampung, Yasnaul Anwar, mendesak Syarikat Islam segera memberikan kejelasan terkait pengukuhan hasil Kongres IX SEMMI yang telah menetapkan Achmad Donny sebagai Formatur/Ketua Umum Terpilih PB SEMMI Periode 2026–2029.

Menurut Yasnaul, belum diterbitkannya surat pengukuhan setelah kongres selesai menimbulkan ketidakpastian yang berpotensi mengganggu konsolidasi dan roda organisasi.

“Kongres telah selesai dan keputusan organisasi telah ditetapkan. Yang dibutuhkan sekarang adalah kepastian, bukan ketidakjelasan. Jika ada persoalan terhadap hasil kongres, sampaikan secara terbuka dan selesaikan melalui mekanisme organisasi,” tegas Yasnaul.

Ia mengingatkan bahwa sebelum pelaksanaan Kongres IX, para kandidat, perwakilan DPP Syarikat Islam, serta Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal PB SEMMI Periode 2023–2026 telah menandatangani fakta integritas sebagai bentuk komitmen untuk menjaga proses kongres dan menghormati hasil forum organisasi.

Yasnaul juga menyoroti munculnya narasi mengenai kemungkinan adanya kepengurusan lain atau dualisme di tubuh SEMMI yang diduga berasal dari oknum di lingkungan DPP Syarikat Islam. Menurutnya, narasi tersebut harus segera diklarifikasi agar tidak berkembang menjadi konflik kelembagaan.

“Jangan sampai ruang ketidakpastian justru menjadi pintu masuk bagi dualisme. SEMMI tidak boleh kembali terseret ke dalam konflik kelembagaan yang pada akhirnya hanya merugikan kader dan menghambat organisasi,” ujarnya.

Ia mengatakan, persoalan tersebut mulai berdampak pada aktivitas organisasi di tingkat wilayah dan cabang. Sejumlah agenda Muscab dan Muswil disebut menghadapi kendala karena belum adanya kepastian mengenai kepengurusan pusat dan garis koordinasi organisasi. Kondisi yang sama juga berdampak pada agenda pelantikan PB SEMMI hasil Kongres IX.

Yasnaul mengingatkan seluruh pihak agar tidak mengulangi sejarah dualisme SEMMI yang pernah terjadi di Surabaya.

“Dualisme Surabaya adalah catatan sejarah yang harus menjadi pelajaran. Jangan sampai sejarah itu kembali berulang. Konflik kelembagaan hanya akan mengorbankan kader dan memperlambat perjalanan SEMMI,” katanya.

Untuk itu, Yasnaul meminta Syarikat Islam memberikan sikap yang jelas terhadap hasil Kongres IX SEMMI. Apabila terdapat keberatan atau persoalan terhadap hasil kongres, ia mendorong agar seluruhnya dibahas dan diselesaikan melalui mekanisme organisasi yang sah.

“SEMМI sudah menyelesaikan kongresnya. Sekarang waktunya konsolidasi, bukan memperpanjang ketidakpastian. Jangan ulangi dualisme Surabaya. Sejarah cukup menjadi pelajaran, bukan untuk kembali dipertontonkan dalam perjalanan SEMMI hari ini,” pungkas Yasnaul.

Yasnaul Anwar

Ketua Umum PW SEMMI Lampung

Lebih baru Lebih lama

Editor : Havid Nurmanto

نموذج الاتصال