![]() |
| Tim RPA Peduli di Posko Dampek (M. Yasir 2 dari kiri) bersama Kepala Urusan Haji Manggarai M. Arsad Asyarakal (2 dari kanan) |
Bandar Lampung - RPA Peduli sayap Relawan Peduli AlQuds (RPA) kembali mengirim tim kemanusiaan untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 SR yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026 lalu.
Dalam konfirmasi, Ketua Relawan Peduli AlQuds M. Yasir Setiawan ikut langsung sebagai bagian dari relawan kemanusiaan. Ia menjelaskan tim kemanusiaan yang dikirim Rabu (16/9/2026) untuk memperkuat fungsi Tim Relawan yang sudah berangkat sejak 5 hari pasca bencana dan membuka posco tanggap darurat di Manggarai Timur, NTT.
Setiba di Bajo, tim kemanusiaan langsung diarahkan bergabung ke posko bersama di Desa Dampek Kec. Lambaleda Utara Manggarai Timur NTT. Tim ini berupaya menjangkau sejumlah wilayah terdampak, terutama wilayah yang masih rentan dan minim logistik.
"RPA Peduli kembali mengirim Tim Kemanusiaan untuk memperkuat kebermanfaatan Relawan bagi masyarakat terdampak bencana Gempa lalu. Dan saat ini tim kedua sudah 4 hari di lokasi. Sebelumnya Tim kami sudah ada yang berangkat lebih dulu 5 hari pasca bencana dan bergabung dengan Relawan dari lembaga lain dan membuat Posko Bersama di Dampek Manggarai Timur. InsyaaAllah tim kedua ini diperkirakan kurang lebih 10 hari di lokasi," kata M. Yasir Setiawan dalam keterangannya, Minggu (20/9/2026).
Ia menjelaskan, RPA Peduli bergerak cepat merespons bencana gempa bumi di NTT dengan menurunkan tim tanggap darurat dan menyalurkan bantuan. Meski masa tanggap darurat sebagian besar Manggarai sudah sudah di cabut, namun menurut Yasir bukan berarti kita menghentikan bantuan kemanusiaan.
![]() |
| Foto : (M. Yasir kiri) sedang assessment salah satu korban yang salah satu keluarganya meninggal tertimpa bangunan di Kp. Duri Kel. Photo Kec. Sambi Rampas Manggarai Timur. |
"Sebagaimana Bencana yang terjadi di Sumatra di akhir tahun lalu, RPA Peduli langsung menggerakkan para Relawannya untuk ikut andil dalam misi kemanusiaan, dan bergabung dengan Lembaga lain dalam 1 tujuan. Bahkan posko bersama Aceh Tamiang, berkhidmat hampir 5 bulan Aceh. Maka Bencana Gempa di NTT ini pun, kami berupaya untuk ikut ambil bagian khidmat agar meringankan beban masyarakat terdampak. Masa tanggap darurat selesai, bukan berarti masyarakat terdampak sudah baik baik saja, efek bencana itu berkepanjangan. Pemulihannya panjang, maka kita harus tetap berperan aktif untuk membantu para korban bencana. Manggarai Timur sendiri, Tanggap Darurat selesai Sabtu (19/9) kemarin, meski Gempa masih terus terjadi hingga hari ini, bahkan semalam guncangan 5,1 SR kembali terasa." Terang Yasir.
Adapun Fokus Program RPA Peduli diantaranya, Suplai Air Bersih, Hunian Sementara (Huntara), Tempat Ibadah, Dapur Umum, Distribusi Logistik Kebutuhan Dasar serta program yang akan menyesuaikan kebutuhan lapangan lainnya untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak terutama yang masih kondisi rentan.
"Kalau kita masuk ke daerah daerah rentan, kita akan melihat, masih banyak masyarakat trauma pasca bencana gempa lalu. Banyak tempat Ibadah yang Roboh Rata dengan Tanah, banyak para penyintas masih bertahan di tenda-tenda karna rumah rumah mereka yang rata dengan tanah atau rusak berat, Kesulitan Air Bersih dan lain sebagainya. Maka kebutuhan mendasar ini yang membuat kami tetap mengirim tim untuk memperkuat dan melanjutkan program yang sudah berjalan sejak Posko Berdiri. Alhamdulillah, selama kami (tim kedua) sudah di lokasi sejak hari kamis sampai hari ini sudah banyak program kami jalankan, diantaranya 9 titik Suplai Air Bersih, 2 Titik Distribusi Logistik (Paket Sembako), Dapur Umum yang terus berjalan setiap hari Siang da Sore untuk semua warga yang terdampak, Suplai Kayu Bakar untuk dapur-dapur umum yang masih beroperasi karena disini ga ada gas Melon, Trauma Healing untuk Anak anak terutama sekitaran posko. Selain program kami terus melakukan Assessment" jelas Yasir.
RPA Peduli membuka kaloborasi kepada seluruh lapisan elemen masyarakat sampai Posko Bersama tetap berjalan. Pada kesempatan ini juga Yasir menyampaikan ucapan terima kasih kepada berbagai pihak yang bergerak bersama untuk kebaikan.
"Kami tetap mengajak seluruh elemen masyarakat, apapun lembaganya, komunitasnya, kami siap berkaloborasi. Ada beberapa program yang sudah kami launching untuk berupaya di ikhtiarkan agar terwujud, diantaranya ; Mushola Semi Permanen untuk pengganti masjid - masjid rata dengan tanah atau rusak berat. Jum'at Berkah, Makan Besar untuk 1.000 orang Penyintas di hari Jum'at, Sewa Alat Berat untuk membantu warga merubuhkan rumahnya yang nyaris rubuh dan harus dirubuhkab, tapi tidak bisa jika harus manual karna bisa memakan korban. Jadi saya mengajak, ayo kita bersama-sama gotong royong, terutama masyarakat Lampung. Saya juga menyampaikan Terima kasih banyak kepada seluruh masyarakat yang mensuport Program Ekspedisi Lampung NTT untuk membantu masyarakat terdampak bencana. Dukungan ini tidak hanya dari masyarakat Lampung, tapi datang dari berbagai daerah. Saya juga terkhusus mengucapkan Terimakasih banyak kepada Komunitas Muslimah Kaffah, Yayasan Baitut Tahfidz AnNur, Komunitas Hijrotunnisa dan Lembaga dari Malaysia SHARE yang ikut berkaloborasi dalam program Kebaikan ini. Kami akan terus berupaya menjembatani niatan para Mukhsinin untuk membantu mereka yang membutuhkan, Alhamdulillah sejak 2018 RPA Peduli konsisten terus berupaya hadir dalam misi kemanusiaan baik di Indonesia ataupun mancanegara khususnya Palestina. Maka saya sampaikan, selama Posko Bersama yang ada di Dampek tetap berjalan, selama itu pula kami masih menerima kaloborasi dari berbagai pihak dan siap menyalurkan amanah para mukhsinin." Tutup Yasir.
Bagi masyarakat yang ingin membantu para korban bencana Gempa di NTT bisa transfer kebaikan anda melalui Rekening BSI 7139291632 a.n Yayasan R.P AlQuds. Konfirmasi donasi ke nomor : 082177317773


