Komisi IV DPRD Pringsewu Sidak Empat Proyek Kesehatan, Soroti Mutu dan Keselamatan Pekerja

PRINGSEWU — Komisi IV DPRD Kabupaten Pringsewu melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap empat proyek pembangunan dan peningkatan fasilitas kesehatan di Kabupaten Pringsewu, Kamis (24/9/2026).

Sidak dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Pringsewu H. Agus Irwanto, S.E., bersama Wakil Ketua Nurul Ikhwan dan anggota Irsad Fatoni, S.H., Suyadi, serta Rizal Agusty. Turut mendampingi rombongan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu, Riza Maroska, S.KM., M.M.

Empat proyek yang menjadi sasaran peninjauan yakni Pembangunan Puskesmas Pringsewu (Pringsewu Timur), Pembangunan Ruang Cytotoxic RSUD Pringsewu, Pembangunan Ruang PICU RSUD Pringsewu, dan Pembangunan Ruang Cathlab RSUD Pringsewu.

Dari empat proyek tersebut, pembangunan Puskesmas Pringsewu (Pringsewu Timur) memiliki pagu anggaran Rp8,46 miliar dengan nilai hasil negosiasi Rp8,23 miliar. Pekerjaan tersebut dilaksanakan CV Dwi Baskoro, Bandar Lampung.

Sementara Pembangunan Ruang Cytotoxic RSUD Pringsewu memiliki pagu Rp1,21 miliar dengan nilai hasil negosiasi Rp1,17 miliar dan dilaksanakan CV Lembayung Sutra, Tanjung Senang, Bandar Lampung.

Untuk Pembangunan Ruang PICU RSUD Pringsewu, nilai pagu mencapai Rp1,92 miliar dengan nilai hasil negosiasi Rp1,86 miliar. Proyek tersebut dilaksanakan CV Putri Kembar Sejahtera, Bandar Lampung.

Sedangkan Pembangunan Ruang Cathlab RSUD Pringsewu memiliki pagu Rp3,20 miliar dengan nilai hasil negosiasi Rp3,10 miliar dan dilaksanakan CV Betik Gawi Jejama, Lampung Selatan.


Dalam peninjauan, Komisi IV turut memeriksa ketersediaan dokumen pekerjaan, termasuk Detail Engineering Design (DED) dan Bill of Quantity (BoQ). Pada proyek Puskesmas Pringsewu, dokumen DED dan BoQ tersedia di lokasi pekerjaan.

Sementara pada tiga proyek pembangunan ruang pelayanan di RSUD Pringsewu, dokumen DED dan BoQ berada di Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu.

Komisi IV juga menemukan bagian pasangan bata ringan pada Ruang Cytotoxic RSUD Pringsewu yang terlihat tidak rapat dan masih terdapat celah pada sejumlah sambungan. Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam sidak dan diminta untuk diverifikasi oleh pengawas pekerjaan.

Verifikasi diperlukan untuk memastikan pelaksanaan konstruksi sesuai dengan DED dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan sebelum pekerjaan dilanjutkan.

Selain kualitas pasangan bata, rombongan juga mencermati metode pencampuran mortar atau adukan semen dan pasir yang digunakan pada masing-masing proyek.

Pada pembangunan Puskesmas Pringsewu, proses pencampuran dilakukan menggunakan mesin. Sementara pada sejumlah proyek pembangunan di RSUD Pringsewu, pencampuran mortar dilakukan secara manual.

Peninjauan tersebut menjadi bagian dari fungsi pengawasan DPRD terhadap pelaksanaan pembangunan fasilitas kesehatan yang menggunakan anggaran pemerintah daerah.

Selain memastikan pekerjaan berjalan sesuai perencanaan dan spesifikasi teknis, pengawasan juga diperlukan untuk melihat aspek keselamatan dan ketertiban pekerjaan selama proses pembangunan berlangsung.

Komisi IV meminta pihak pelaksana dan pengawas memastikan setiap tahapan pekerjaan memenuhi ketentuan teknis serta memperhatikan keselamatan pekerja, mengingat fasilitas yang dibangun nantinya akan digunakan untuk menunjang pelayanan kesehatan masyarakat.

Dengan nilai pekerjaan yang mencapai belasan miliar rupiah secara keseluruhan, pengawasan terhadap mutu pekerjaan menjadi penting agar hasil pembangunan tidak hanya selesai secara administratif, tetapi juga memenuhi standar teknis dan dapat digunakan dalam jangka panjang.
Lebih baru Lebih lama

Editor : Havid Nurmanto

نموذج الاتصال