BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung menempatkan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi melalui Program Desaku Maju. Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan, pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan peningkatan produksi komoditas, tetapi harus disertai hilirisasi agar nilai tambah ekonomi dapat dinikmati langsung oleh masyarakat desa.
Lampung memiliki kekuatan besar di sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan. Komoditas seperti padi, jagung, ubi kayu, nanas, pisang, kopi, tebu, hingga hasil perikanan selama ini menjadi penopang ekonomi daerah. Namun, sebagian besar masih dipasarkan dalam bentuk bahan mentah sehingga nilai tambahnya belum sepenuhnya dirasakan di tingkat desa.
“Pembangunan Lampung harus dimulai dari desa. Desa tidak hanya menjadi tempat produksi, tetapi juga tempat tumbuhnya nilai tambah dan manfaat ekonomi,” kata Gubernur Mirza saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam Pelaksanaan Program Desaku Maju di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Lampung, Senin (21/9/2026).
Menurut Mirza, BUMDes memiliki peran strategis sebagai motor penggerak ekonomi desa. BUMDes tidak hanya berfungsi sebagai lembaga usaha, tetapi juga menjadi penghubung antara potensi lokal, pengembangan industri berbasis desa, hingga perluasan pasar.
BUMDes diharapkan mampu mengelola potensi unggulan desa, memperkuat rantai pasok, membuka peluang usaha baru, serta mendorong hilirisasi produk agar komoditas tidak lagi dijual sebagai bahan mentah.
“Komoditas desa harus diolah di desa, nilai tambahnya bertahan di desa, dan manfaatnya kembali kepada masyarakat,” ujarnya.
Sebagai langkah konkret, Pemprov Lampung menggelar Bimtek yang diikuti 168 pengelola BUMDes dari berbagai daerah. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas manajerial, tata kelola usaha, serta kemampuan BUMDes dalam menangkap peluang ekonomi berbasis potensi lokal.
Pemprov Lampung juga membuka peluang sinergi antara BUMDes dengan berbagai program prioritas pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), melalui pemanfaatan bahan pangan lokal dan penguatan rantai pasok sesuai ketentuan yang berlaku.
Melalui Program Desaku Maju, pemerintah daerah berharap desa tidak lagi hanya menjadi pemasok bahan baku, tetapi berkembang menjadi pusat produksi, pengolahan, dan distribusi yang mampu menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan penguatan BUMDes dan hilirisasi komoditas, desa diharapkan menjadi fondasi utama pertumbuhan ekonomi Lampung yang lebih merata dan berkelanjutan.
Tags
LAMPUNG