Peduli Generasi Sehat, Mahasiswa ITERA Gelar Penyuluhan Stunting di Posyandu Mawar 1

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan. Dampak stunting tidak hanya memengaruhi tinggi badan anak, tetapi juga perkembangan kognitif, daya tahan tubuh, hingga produktivitas di masa depan. Berdasarkan data World Health Organization (WHO), stunting masih menjadi masalah kesehatan global yang signifikan, termasuk di Indonesia.

Pada Sabtu, 18 April 2026, tim Pengabdian Kepada Masyarakat dari mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (ITERA) melaksanakan kegiatan penyuluhan kesehatan tentang pencegahan stunting. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Way Hui, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, di bawah pembinaan apt. Juwana Janu, M.Farm.

Tim pengabdian kepada masyarakat ini terdiri dari mahasiswa Program Studi Farmasi ITERA, dengan Adinda Aura Safitri sebagai ketua tim, serta anggota Alta Evelyn Nivolai Dachi, Zaneta Zara Pramata, Yunika Fhadia Shaumi, Anggun Apriliana, Besse Ana, Esi Effiana, dan Gusti Annisa Sari.

Kegiatan ini dihadiri oleh kader posyandu, ibu hamil, ibu balita, serta masyarakat setempat. Acara diawali dengan registrasi peserta, kemudian dilanjutkan dengan pengisian pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal peserta terkait stunting. Materi berfokus pada upaya pencegahan stunting dan edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang pada ibu hamil dan anak, pemberian ASI eksklusif selama enam bulan, Dalam kegiatan ini, peserta juga diperkenalkan dengan penggunaan media digital berupa website untuk membantu mengecek status gizi dan risiko stunting pada anak. Melalui website tersebut, orang tua dapat memasukkan data seperti usia, berat badan, dan tinggi badan anak untuk mengetahui apakah pertumbuhan anak sudah sesuai dengan standar WHO atau belum.


Ketua posyandu setempat, Ibu Erlita, memberikan tanggapan positif terhadap kegiatan ini. Ia menyampaikan bahwa penyuluhan seperti ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan stunting. “Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat semakin sadar akan pentingnya gizi dan kesehatan anak,” ujarnya.

Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini merupakan wujud nyata pengabdian kepada masyarakat dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan stunting sejak dini. Melalui edukasi yang komunikatif dan aplikatif, diharapkan masyarakat dapat menerapkan pola hidup sehat serta memenuhi kebutuhan gizi keluarga secara optimal.

Kegiatan ini juga sejalan dengan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung terciptanya generasi Indonesia yang sehat dan bebas stunting.
Lebih baru Lebih lama

Editor : Havid Nurmanto

نموذج الاتصال