Bandar Lampung – Program Studi Farmasi Institut Teknologi Sumatera (ITERA) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Peningkatan Pengetahuan Ibu Rumah Tangga Kelompok Senam Bebay Lampung tentang Pengelolaan Obat untuk Swamedikasi melalui Edukasi DAGUSIBU” pada Senin (20/7/2026) di Plataran Gedung B ITERA.
Kegiatan yang diketuai oleh Delladari Mayefis ini melibatkan anggota tim Yasinda Oktariza, Dini Mardhiyani dan Irfanianta Arif Setyawan. Sebanyak 65 anggota Kelompok Senam Bebay Lampung mengikuti kegiatan yang bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan benar melalui konsep DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat).
DAGUSIBU merupakan salah satu program edukasi yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat dalam pengelolaan obat secara aman, tepat, dan rasional. Melalui kegiatan ini, peserta dibekali pengetahuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya saat melakukan swamedikasi di lingkungan keluarga.
Ketua pelaksana kegiatan, menyampaikan bahwa ibu rumah tangga memiliki peran yang sangat penting dalam pengambilan keputusan terkait penggunaan obat di rumah.
"Ibu rumah tangga sering menjadi pihak pertama yang membantu anggota keluarga ketika mengalami keluhan kesehatan ringan. Oleh karena itu, pemahaman mengenai pengelolaan obat yang benar menjadi sangat penting agar swamedikasi dapat dilakukan secara aman, tepat, dan rasional," ujarnya.
Materi edukasi disampaikan oleh apt.Dini Mardhiyani, M.Farm yang menjelaskan berbagai aspek pengelolaan obat, mulai dari cara memperoleh obat dari sumber yang resmi, mengenali golongan obat, memahami informasi pada kemasan obat, hingga cara penyimpanan dan pembuangan obat yang benar. Peserta juga mendapatkan leaflet edukasi sebagai media informasi yang dapat dipelajari kembali setelah kegiatan selesai.
Selain penyampaian materi, tim pengabdian juga melaksanakan pretest dan posttest untuk mengukur pemahaman peserta sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil evaluasi tersebut akan dianalisis lebih lanjut sebagai bagian dari upaya menilai efektivitas program edukasi yang telah diberikan.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta. Berbagai pertanyaan disampaikan terkait penggunaan obat, penyimpanan obat sirup setelah dibuka, cara membedakan obat bebas dan obat keras, serta penggunaan obat yang aman untuk anggota keluarga.
Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif peserta, panitia memberikan doorprize kepada beberapa peserta yang aktif selama sesi diskusi. Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama antara tim pengabdian dan seluruh peserta.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Farmasi ITERA berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pengelolaan obat yang benar dan mampu menerapkan prinsip DAGUSIBU dalam kehidupan sehari-hari. Dengan meningkatnya literasi kesehatan masyarakat, diharapkan penggunaan obat secara mandiri dapat dilakukan dengan lebih aman, tepat, dan bertanggung jawab.