Jakarta – Informasi yang menyebut Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara akibat kendala dana operasional sempat beredar luas di media sosial dan grup percakapan masyarakat. Namun, pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar atau hoaks.
Dalam klarifikasi resminya, BGN menyatakan tidak pernah mengeluarkan pengumuman penghentian sementara Program MBG secara nasional. Lembaga tersebut memastikan proses pencairan anggaran tetap berjalan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan dan pelayanan kepada penerima manfaat terus berlangsung sebagaimana mestinya.
Kepala Program MBG Regional Kalimantan Barat, Agus Kurniawi, juga menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada instruksi resmi dari BGN yang memerintahkan penghentian operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara menyeluruh. Ia meminta masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
Meski demikian, BGN mengakui bahwa di sejumlah daerah terdapat penghentian sementara operasional beberapa dapur atau SPPG. Langkah tersebut bukan karena kekurangan anggaran, melainkan bagian dari evaluasi dan penegakan standar kualitas layanan. Beberapa SPPG dihentikan sementara karena belum memenuhi persyaratan sanitasi, keamanan pangan, maupun standar operasional yang telah ditetapkan.
BGN menjelaskan bahwa penghentian sementara terhadap sejumlah SPPG dilakukan untuk memastikan kualitas makanan yang diterima peserta didik tetap aman, sehat, dan memenuhi standar gizi. Setelah proses pembenahan selesai dan persyaratan dipenuhi, operasional layanan dapat kembali dilanjutkan.
Pemerintah mengimbau masyarakat agar selalu mengacu pada informasi resmi dari BGN dan tidak menyebarkan kabar yang belum dipastikan kebenarannya. Di tengah upaya peningkatan kualitas layanan, Program Makan Bergizi Gratis tetap menjadi salah satu program prioritas nasional yang ditujukan untuk mendukung pemenuhan gizi anak-anak Indonesia.
