Way Kanan – Rayon Syariah PMII Komisariat Institut Al-Ma’arif Way Kanan (Ilmawa) menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) dan diskusi film dokumenter “Pesta Babi” di Sekretariat Komisariat Ilmawa PMII Way Kanan, Kampung Setia Negara, Kecamatan Baradatu, Kabupaten Way Kanan, Sabtu malam (9/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut, peserta bersama-sama menyaksikan film dokumenter “Pesta Babi” yang mengangkat kehidupan masyarakat adat Papua, khususnya berkaitan dengan budaya lokal, pemanfaatan sumber daya alam, serta dinamika sosial yang terjadi di tengah pembangunan di wilayah Papua.
Ketua Rayon Syariah PMII Komisariat Ilmawa, Rozi Marzio, menyampaikan bahwa kegiatan nobar dan diskusi tersebut merupakan bagian dari ruang pembelajaran kader PMII dalam memahami berbagai persoalan nasional secara kritis dan objektif.
“Melalui kegiatan ini kami ingin membuka ruang diskusi bagi kader PMII agar memahami kondisi sosial dan budaya masyarakat Papua serta mengkritisi kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan pembangunan di wilayah tersebut,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian mahasiswa terhadap isu kemanusiaan dan masyarakat adat yang berkembang di Tanah Papua.
Sementara itu, Ketua Komisariat PMII Ilmawa, Arif Zamiludin menilai bahwa pembangunan di Papua perlu memperhatikan keseimbangan antara kepentingan pembangunan nasional dengan perlindungan hak masyarakat adat dan lingkungan hidup.
Menurutnya, pemanfaatan lahan dan sumber daya alam di Papua seharusnya tetap mempertimbangkan mata pencaharian masyarakat setempat yang bergantung pada hutan dan sumber daya alam tradisional, seperti berburu dan mencari sagu.
“Pemerintah juga perlu memperhatikan batas-batas wilayah adat yang selama ini menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Papua,” katanya.
Film “Pesta Babi” sendiri merupakan dokumenter yang menggambarkan kehidupan masyarakat adat Papua beserta tantangan sosial yang mereka hadapi. Dalam budaya Papua, pesta babi dikenal sebagai tradisi adat yang memiliki nilai kebersamaan, solidaritas sosial, serta penghormatan dalam kehidupan masyarakat setempat.