Upaya Mengelola Sampah dari Desa Sidokerto: Insinerator Sederhana sebagai Solusi Skala Rumah Tangga


Desa Sidokerto, Lampung Tengah - Pengelolaan sampah masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah pedesaan, termasuk di Desa Sidokerto, Kecamatan Bumi Ratu Nuban, Kabupaten Lampung Tengah. Keterbatasan fasilitas pengelolaan sampah, khususnya belum tersedianya tempat penampungan sementara, mendorong sebagian masyarakat melakukan pembakaran sampah secara terbuka. Praktik ini dinilai praktis, namun berpotensi menimbulkan polusi udara dan berdampak pada kesehatan lingkungan sekitar.

Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Periode ke-16 Institut Teknologi Sumatera (ITERA) oleh Kelompok 50. Berdasarkan hasil survei awal dan koordinasi dengan perangkat desa, mahasiswa KKN merancang program kerja unggulan yang berfokus pada pengelolaan lingkungan, yaitu penerapan insinerator sederhana sebagai alternatif pengelolaan sampah skala rumah tangga.

Program ini bertujuan untuk memperkenalkan metode pembakaran sampah yang lebih aman. Insinerator dipilih karena relatif mudah diterapkan, menggunakan prinsip kerja yang sederhana, serta memungkinkan untuk dimanfaatkan dalam jangka panjang oleh masyarakat. Melalui program ini, diharapkan kesadaran warga terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang lebih tertib dan berkelanjutan dapat meningkat.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan uji coba unit insinerator sederhana yang dirancang agar menghasilkan asap seminimal mungkin. Kegiatan ini dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan desa, serta kemudahan penggunaan alat oleh masyarakat.

Sosialisasi dan demonstrasi penggunaan insinerator dilaksanakan di beberapa lokasi, salah satunya di Pondok Pesantren Raudlotul Jannah dan di lingkungan warga Desa Sidokerto. Melalui kegiatan ini, peserta diberikan penjelasan mengenai fungsi, cara kerja, serta manfaat insinerator sebagai alternatif pembakaran sampah terbuka. Penyampaian materi didukung dengan media poster dan presentasi agar informasi dapat diterima dengan lebih jelas dan mudah dipahami.

Respons masyarakat dan pihak pesantren terhadap kegiatan ini terbilang positif. Warga menunjukkan ketertarikan terhadap penggunaan insinerator dan memahami pentingnya pengelolaan sampah yang lebih aman bagi lingkungan. Perangkat desa juga menilai bahwa program ini relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dapat menjadi langkah awal dalam upaya penataan pengelolaan sampah di Desa Sidokerto.

Melalui program kerja unggulan ini, diharapkan insinerator sederhana yang telah dibuat dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan serta mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga. Kehadiran mahasiswa KKN Tematik ITERA di Desa Sidokerto diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata, tidak hanya dalam bentuk fasilitas, tetapi juga melalui peningkatan kesadaran lingkungan sebagai bagian dari pembangunan desa yang berkelanjutan.

Lebih baru Lebih lama

Editor : Havid Nurmanto

نموذج الاتصال