Mahasiswa KKN-PPM ITERA Kelompok 97 Bangun Incinerator dan Rancang Ulang GSG di Desa Padang Manis


Tanggamus — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Institut Teknologi Sumatera (ITERA) Kelompok 97 melaksanakan sejumlah program pengabdian di Desa Padang Manis, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus. Program tersebut meliputi pembangunan incinerator ramah lingkungan serta re-desain Gedung Serba Guna (GSG) sebagai upaya meningkatkan kualitas lingkungan dan fasilitas desa.

Pembangunan incinerator dilakukan sebagai respons terhadap permasalahan pengelolaan sampah yang berpotensi mencemari lingkungan, khususnya di area sekitar aliran sungai. Melalui program ini, mahasiswa merancang incinerator sederhana dengan emisi asap rendah guna membantu proses pembakaran sampah secara lebih efektif.

Pengerjaan incinerator dilaksanakan pada 19 dan 28 Januari 2026 di tepi Sungai Dusun I dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat. Selain itu, mahasiswa juga menyediakan tempat penampungan sampah sementara untuk mendukung sistem pengelolaan limbah yang lebih tertata.

Tidak hanya pembangunan fisik, mahasiswa KKN-PPM ITERA Kelompok 97 turut memberikan edukasi kepada warga terkait penggunaan incinerator yang aman dan efisien. Edukasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah berkelanjutan. Sebagai media pembelajaran lanjutan, mahasiswa juga membuat video tutorial pembuatan incinerator agar dapat dijadikan referensi di masa mendatang.

Selain berfokus pada isu lingkungan, mahasiswa juga melaksanakan program re-desain Gedung Serba Guna (GSG) Desa Padang Manis. Gedung ini dinilai memiliki peran strategis sebagai pusat kegiatan masyarakat sehingga diperlukan perencanaan ulang agar pemanfaatannya lebih optimal.

Kegiatan re-desain dilakukan pada 18 dan 23 Januari 2026 melalui tahap pengukuran kondisi bangunan eksisting yang berlangsung di rumah Kepala Pekon dan SDN Padang Manis. Data hasil pengukuran kemudian menjadi dasar penyusunan desain baru dengan mempertimbangkan aspek fungsionalitas, kenyamanan, dan kebutuhan masyarakat.

Mahasiswa juga menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebagai dokumen pendukung yang dapat menjadi acuan pemerintah desa dalam proses pembangunan atau renovasi GSG di masa mendatang. Hasil perancangan ini diharapkan membantu pemerintah desa dalam pengambilan keputusan terkait pengembangan fasilitas publik.

Seluruh rangkaian program mendapat dukungan dari pemerintah desa serta partisipasi masyarakat Desa Padang Manis. Mahasiswa KKN-PPM ITERA Kelompok 97 berharap program incinerator dan re-desain GSG dapat memberikan manfaat jangka panjang, baik dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih maupun meningkatkan kualitas sarana kegiatan masyarakat.


Lebih baru Lebih lama

Editor : Havid Nurmanto

نموذج الاتصال