Mahasiswa KKN Institut Teknologi Sumatera Mendorong Pemanfaatan Limbah Kebun Melalui Sosialisasi Pembuatan Briket di Desa Harapan Rejo, Kecamatan Seputih Agung, Kabupaten Lampung Tengah

[Harapan Rejo, 19 Januari 2026] - Mahasiswa KKN PPM Institut Teknologi Sumatera (ITERA) Kelompok 138 melaksanakan program pemberdayaan masyarakat melalui sosialisasi pembuatan briket sebagai upaya pemanfaatan limbah pertanian menjadi produk bernilai guna dan bernilai ekonomi di Desa Harapan Rejo. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pengelolaan sumber daya lokal secara berkelanjutan sekaligus meningkatkan kemandirian energi masyarakat desa.

Sebagian besar warga setempat berprofesi sebagai petani dengan berbagai komoditas seperti padi, jagung, kencur, dan singkong yang setiap musim panen menghasilkan limbah organik seperti sekam padi, tongkol jagung, dan sisa batang tanaman, yang umumnya belum dimanfaatkan secara optimal. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa KKN untuk menghadirkan solusi melalui pelatihan pengolahan limbah menjadi briket yang dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif ramah lingkungan sekaligus berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan

Dalam kegiatan sosialisasi, mahasiswa memberikan penjelasan mengenai manfaat briket, potensi ekonomi yang dapat dikembangkan, serta proses pembuatannya secara langsung di hadapan warga. Warga kemudian diperlihatkan tahapan penggunaan briket sebagai bahan bakar yang efisien dan aman sehingga masyarakat tidak hanya memahami konsepnya, tetapi juga mampu mempraktikkannya secara mandiri di rumah. Antusiasme warga terlihat dari partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung, terutama ketika sesi praktik di mana masyarakat mencoba sendiri proses pencetakan briket dari bahan limbah pertanian yang tersedia di lingkungan sekitar.

“Program ini dirancang bukan sekadar sebagai kegiatan sosialisasi, melainkan sebagai langkah awal pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal” ujar Frengki Marbun, ketua kelompok KKN PPM ITERA Kelompok 138. Ia menambahkan bahwa limbah kebun yang sebelumnya dianggap tidak memiliki nilai dapat diolah menjadi produk bermanfaat yang berpeluang dipasarkan apabila dikelola secara konsisten dan berkelompok. Antusiasme warga terlihat dari partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Sejumlah petani menyampaikan ketertarikan untuk mencoba memproduksi briket secara mandiri dan bahkan mempertimbangkan pengembangan dalam skala kelompok. Program ini diharapkan mampu menjadi pemicu inovasi desa dalam pengelolaan limbah pertanian, sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil kebun masyarakat di Desa Harapan Rejo, Seputih Agung, Lampung Tengah.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap pengetahuan yang telah dibagikan dapat terus diterapkan oleh masyarakat setelah program KKN berakhir. Sosialisasi pembuatan briket tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal terbentuknya inovasi desa yang berkelanjutan dan mandiri yang berorientasi pada pengelolaan limbah, efisiensi energi, dan peningkatan kesejahteraan warga, khususnya para petani yang menjadi sasaran utama program.
Lebih baru Lebih lama

Editor : Havid Nurmanto

نموذج الاتصال