Mahasiswa Kelompok KKN PPM 106 Laksanakan Program Infrastruktur, Pendidikan, dan Lingkungan di Pekon Gedung Jambu


Tanggamus, Pekon Gedung Jambu, Januari 2026 – Mahasiswa Kelompok KKN PPM 106 melaksanakan sejumlah program kerja di Pekon Gedung Jambu yang berfokus pada peningkatan keselamatan infrastruktur jalan, penguatan pendidikan anak, serta pengelolaan lingkungan berbasis pemberdayaan masyarakat.

Pada 17, 18, 19, dan 23 Januari 2026, mahasiswa melaksanakan pemasangan reflektor jalan di sejumlah titik strategis. Program ini dilatarbelakangi oleh kondisi penerangan jalan yang masih terbatas serta minimnya tanda visual pembatas jalan di beberapa lokasi. Kondisi tersebut dinilai berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, terutama pada malam hari dan saat cuaca kurang mendukung.

Reflektor dipasang di area rawan seperti tikungan, tepi jalan, dan ruas dengan pencahayaan minim. Dengan memantulkan cahaya kendaraan, reflektor diharapkan dapat membantu pengendara mengenali arah serta batas jalan secara lebih jelas, sehingga meningkatkan kewaspadaan dan keselamatan pengguna jalan.

Selain program infrastruktur, mahasiswa juga melaksanakan kegiatan Belajar Ceria yang digelar secara berkala pada 10, 17, 24, dan 31 Januari 2026. Program ini bertujuan mendukung peningkatan kualitas pendidikan anak-anak di Pekon Gedung Jambu melalui metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan.

Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan belajar sambil bermain, penggunaan media edukatif, serta pendampingan langsung. Materi yang diberikan meliputi pelajaran dasar, penguatan literasi dan numerasi, serta pembentukan karakter. Program ini mendapat respons positif dari anak-anak dan orang tua karena dinilai mampu meningkatkan motivasi belajar.

Di bidang lingkungan, Kelompok KKN PPM 106 juga menginisiasi program pengolahan limbah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi serta pemanfaatan limbah sekam padi menjadi briket. Program ini bertujuan mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

Minyak jelantah yang sebelumnya berpotensi mencemari lingkungan diolah menjadi produk lilin aromaterapi yang memiliki nilai guna. Sementara itu, sekam padi dimanfaatkan menjadi briket sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan. Melalui program ini, mahasiswa mendorong masyarakat untuk melihat limbah sebagai sumber daya yang dapat diolah secara kreatif dan berkelanjutan.

Secara keseluruhan, rangkaian program kerja Kelompok KKN PPM 106 di Pekon Gedung Jambu diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang, baik dalam aspek keselamatan, pendidikan, maupun pelestarian lingkungan.
Lebih baru Lebih lama

Editor : Havid Nurmanto

نموذج الاتصال