KKN-PPM 30 ITERA DORONG PENGELOLAAN LIMBAH RUMAH TANGGA MELALUI PEMBUATAN LILIN AROMATERAPI DARI MINYAK JELANTAH DI DESA SRI AGUNG

Lampung Utara, 8 Februari 2025 – Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pengabdian Masyarakat (KKN PPM) yang diselenggarakan oleh Institut Teknologi Sumatera (ITERA) pada periode ke-16 hadir di Desa Sri Agung, Kecamatan Sungkai Jaya, Kabupaten Lampung Utara. Melalui program ini, Mahasiswa KKN PPM Kelompok 30 berkesempatan berinteraksi langsung dengan masyarakat serta melaksanakan program kerja yang bertujuan memberikan solusi atas permasalahan lingkungan sekaligus mendorong peningkatan nilai ekonomi rumah tangga.

Salah satu program unggulan yang dilaksanakan oleh KKN PPM 30 adalah Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah. Program ini merupakan upaya pengelolaan limbah minyak goreng bekas yang selama ini masih sering dibuang sembarangan dan berpotensi mencemari lingkungan, khususnya tanah dan saluran air.

Kegiatan sosialisasi ini menyasar masyarakat Desa Sri Agung, khususnya ibu rumah tangga dan kelompok wanita, dengan memberikan edukasi mengenai dampak negatif pembuangan minyak jelantah terhadap lingkungan dan kesehatan. Selanjutnya, peserta diperkenalkan dengan proses pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi yang ramah lingkungan dan memiliki nilai guna. Lilin aromaterapi dibuat dengan memanfaatkan bahan sederhana seperti parafin, sumbu, serta minyak esensial alami yang memberikan aroma menenangkan.

Selain berkontribusi dalam pengurangan limbah rumah tangga, program pembuatan lilin aromaterapi ini juga membuka peluang usaha rumahan yang dapat dikembangkan oleh masyarakat. Produk lilin yang dihasilkan memiliki potensi nilai jual serta dapat menjadi produk kreatif lokal yang mendukung perekonomian desa.

Melalui pelaksanaan program ini, Mahasiswa KKN PPM 30 ITERA berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Sri Agung terhadap pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga serta mendorong terciptanya kemandirian ekonomi berbasis pemanfaatan limbah secara berkelanjutan.

Lebih baru Lebih lama

Editor : Havid Nurmanto

نموذج الاتصال