Dari Kulit Singkong Menjadi Sumber Energi: Inovasi Biobriket KKN-PPM Kelompok 28 ITERA di Lampung Utara


Lampung Utara - Inovasi Biobriket KKN-PPM Kelompok 28 ITERA di dari kulit singkong Di Desa Cempaka Barat, Kecamatan Sungkai Jaya, Lampung Utara, singkong sudah menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Hampir setiap rumah mengolah singkong, dan dari aktivitas tersebut selalu tersisa kulit singkong dalam jumlah yang cukup banyak. Selama ini, kulit singkong tersebut umumnya hanya dibuang di sekitar lingkungan rumah tanpa dimanfaatkan kembali. Padahal, jika diolah dengan cara yang tepat, limbah ini dapat memiliki nilai guna sebagai sumber energi alternatif. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Institut Teknologi Sumatera melalui KKN-PPM 28 Periode XVI mencoba mengolah kulit singkong menjadi biobriket yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar sederhana dan ramah lingkungan.

Kegiatan dimulai dengan mengumpulkan kulit singkong yang tersedia di sekitar rumah warga. Kulit singkong tersebut kemudian dijemur hingga benar-benar kering agar mudah diolah pada tahap selanjutnya. Setelah proses pengeringan, kulit singkong dibakar menggunakan tungku sederhana sampai berubah menjadi arang. Tahap pembakaran ini dilakukan secara perlahan dan merata agar arang yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik dan dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan biobriket.

Arang hasil pembakaran kemudian dihaluskan hingga menjadi bubuk. Bubuk arang inilah yang menjadi bahan utama pembuatan biobriket. Pada tahap ini, bubuk arang dicampur dengan tepung tapioka yang telah dilarutkan menggunakan air hangat. Campuran tersebut diaduk hingga merata sampai membentuk adonan yang dapat dibentuk.

Setelah siap, campuran arang dan tapioka tersebut kemudian dicetak menggunakan cetakan sederhana. Proses pencetakan dilakukan bersama-sama sehingga setiap orang dapat mencoba langsung membentuk biobriket dari adonan yang telah dibuat.

Setelah melalui proses pencetakan dan pengeringan, biobriket yang dihasilkan disusun dan siap untuk digunakan. Untuk memastikan hasilnya, biobriket kemudian dicoba untuk dinyalakan pada tungku. Hasilnya menunjukkan bahwa biobriket dari kulit singkong dapat menyala dengan baik dan berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif dalam kegiatan sehari-hari. Kegiatan ini memperlihatkan bahwa kulit singkong yang selama ini dianggap tidak berguna ternyata dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat dengan cara yang sederhana.
Lebih baru Lebih lama

Editor : Havid Nurmanto

نموذج الاتصال