BANDAR LAMPUNG – Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) Wilayah Lampung menyampaikan keprihatinan mendalam terkait kebijakan pemerintah dalam pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Kebijakan tersebut dinilai belum berkeadilan karena dianggap mengabaikan para guru honorer yang telah mengabdi selama bertahun-tahun.
Ketua PGSI Lampung, Suprihatin, menyoroti cepatnya proses pengangkatan SPPG BGN menjadi PPPK. Menurutnya, langkah instan ini melukai perasaan para guru honorer yang sudah lama berjuang di garda terdepan pendidikan.
Kecemburuan Sosial dan Penurunan Etos Kerja
Suprihatin menegaskan bahwa adanya perbedaan jalur pengangkatan ini telah memicu kecemburuan sosial di lingkungan sekolah. Hal ini berdampak langsung pada kondisi psikologis dan semangat kerja para pendidik.
"Perbedaan jalur pengangkatan ini memicu kecemburuan sosial antar guru. Dampaknya, semangat kerja tenaga honorer menurun karena mereka merasa masa depannya tidak jelas, padahal pengabdian mereka sudah sangat lama," ujar Suprihatin dalam sesi wawancara.
Kritik terhadap Anggaran dan Prioritas Pemerintah
Lebih lanjut, PGSI Lampung menilai bahwa permasalahan kesejahteraan guru bukan terletak pada kemampuan finansial negara, melainkan pada skala prioritas pemerintah. Ia mengingatkan bahwa mencerdaskan kehidupan bangsa adalah amanat undang-undang yang harus dijalankan secara serius.
"Sebenarnya kalau dipikir untuk membiayai dan mengangkat guru di seluruh Indonesia, pemerintah itu mampu. Hanya saja, pemerintah kurang konsentrasi terhadap sektor pendidikan. Maka wajar jika kualitas pendidikan di Indonesia cenderung mengalami kemunduran," tegasnya.
Komitmen Perjuangan PGSI
Menutup pernyataannya, Suprihatin memastikan bahwa PGSI akan terus mengawal kebijakan ini dan berupaya menuntut keadilan bagi para guru honorer di seluruh Indonesia, khususnya di Provinsi Lampung.
"Kami terus berupaya mewujudkan agar guru honorer bisa terjamin status dan hak-haknya secara layak. Pendidikan adalah investasi jangka panjang bangsa, jangan sampai pengabdian mereka disia-siakan," pungkasnya.