PRINGSEWU - Guna menanamkan nilai-nilai budaya, kebersamaan serta sportifitas kepada anak-anak dan masyarakat, Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VII bekerja sama dengan Sanggar Pandora menggelar Festival Permainan dan Olahraga Tradisional 2025. Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila di Taman Wisata Princhsto, Pringkumpul, Kelurahan Pringsewu Selatan, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, Lampung, Sabtu (29/11/2025).
Dikatakan Wabup Pringsewu, permainan rakyat dan olahraga tradisional merupakan warisan budaya yang tidak hanya menghadirkan keceriaan, tetapi juga mengandung nilai-nilai luhur, seperti kebersamaan, sportifitas, gotongroyong dan disiplin. Namun, di tengah derasnya arus modernisasi, permainan tradisional semakin jarang dijumpai. Fenomena ini juga dirasakan di Kabupaten Pringsewu, daerah yang berkembang pesat dan terus bertransformasi menjadi kota modern.
"Oleh karena itu, kita mengapresiasi konsep kegiatan yang sangat kaya dan kreatif ini, karena tidak hanya memberikan pengalaman budaya, juga membuka peluang bagi tumbuhnya ekonomi kreatif. Sejalan dengan UU No.5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, festival ini menjadi momentum penting untuk mengajak anak-anak dan masyarakat kembali mengenal warisan budaya, memperkuat identitas lokal sekaligus menjaga keseimbangan antara modernisasi dan pelestarian tradisi," ujarnya.
Melalui tema 'Main ke Masa Lalu, Pulang ke Masa Depan', kata Wabup, festival yang antara lain diisi dengan lomba hadang, lomba konten kreatif, lokakarya mini-residensi, parade permainan tradisional, hingga booth fun games sport ini, seperti mengajak melakukan perjalanan waktu dan menengok jejak budaya masa lalu, serta membangun masa depan yang lebih berkarakter. Tidak hanya bermain dan bernostalgia, tetapi juga merayakan kebijakan lokal yang diwariskan oleh para leluhur. Dengan demikian, Pringsewu akan tumbuh sebagai daerah maju yang tetap memuliakan akar budayanya.
"Semoga Festival dan Permainan Olahraga Tradisional ini memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, dan menjadi agenda budaya yang terus berkembang dari tahun ke tahun. Serta menjadi ruang pertemuan antara masa lalu dan masa depan, karena selain melestarikan permainan rakyat, kegiatan ini membawa kampanye penting, seperti bebas gadget, mengajak anak-anak untuk berinteraksi langsung, serta Gerakan Bawa Tumbler sebagai bagian dari gaya hidup ramah lingkungan," ucapnya.
Acara Festival Permainan dan Olahraga Tradisional tersebut dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Pringsewu, Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VII, dan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia. (Ant)
Tags
SOSIAL