PRINGSEWU — Jam’iyah Ahli Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyah (JATMAN) Kabupaten Pringsewu menggelar Musyawarah Idaroh Syu’biyah pada 12 Oktober 2025 di Pondok Pesantren Nurul Muttaqien, Pajar Agung, Kecamatan Pringsewu. Kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri para pengurus, tokoh masyarakat, serta para alim ulama dari berbagai wilayah di Lampung.
Musyawarah ini menjadi momentum penting bagi JATMAN Pringsewu untuk memperkuat struktur organisasi sekaligus meneguhkan komitmen spiritual dan sosial di tengah masyarakat. Hadir dalam kegiatan tersebut KH. Muchtar Ghozali (Mudir Idaroh Wustho JATMAN Provinsi Lampung), KH. Tahrudin Ibrahim (Wakil Mudir Idaroh Wustho JATMAN Provinsi Lampung), KH. Muhammad Faizin (Ketua PCNU Kabupaten Pringsewu), KH. Ahmad Nasihin (Ketua MWCNU Pringsewu), serta sekitar 80 jamaah JATMAN dan anggota PCNU Pringsewu.
Dalam sambutannya, KH. Abah Anom Syeikh Mufasirin, selaku Ketua Koordinator JATMAN Pringsewu sekaligus Sekretaris JATMAN Provinsi Lampung, menegaskan bahwa musyawarah ini menjadi ajang mempererat silaturahmi antar pengurus dan jamaah.
“Musyawarah ini bukan sekadar agenda administratif, tetapi juga wujud komitmen bersama untuk memperkuat peran JATMAN di daerah. Saat ini seluruh wilayah di Indonesia sedang melakukan perpanjangan SK kepengurusan. Di Lampung, hanya Pringsewu dan Mesuji yang belum menyelesaikan proses tersebut, sehingga pertemuan ini sangat penting untuk menuntaskan tahapan itu,” ujarnya.
KH. Abah Anom menambahkan, tanggal 12 Oktober 2025 dipilih bukan tanpa alasan. Tanggal tersebut bertepatan dengan hari lahir JATMAN, yang memiliki nilai historis dan simbolis tinggi bagi para pengamal thariqah.
“Ini bukan hanya tentang administrasi, tetapi tentang penghormatan kepada para pendiri dan semangat melanjutkan perjuangan mereka. Semoga musyawarah ini menjadi langkah baru untuk memperkokoh ukhuwah dan memperkuat peran spiritual JATMAN di tengah masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, KH. Muhammad Faizin, Ketua PCNU Kabupaten Pringsewu, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya musyawarah ini. Ia menilai kegiatan tersebut merupakan wujud nyata eksistensi organisasi yang berakar kuat pada nilai-nilai keagamaan dan tradisi thariqah.
“JATMAN adalah bagian penting dari struktur Nahdlatul Ulama. Keberadaannya memastikan bahwa amalan thariqah yang dijalankan memiliki sanad yang jelas hingga Rasulullah SAW,” kata KH. Faizin.
Ia menegaskan, di tengah arus modernisasi yang serba materialistik, thariqah menjadi penyeimbang agar umat tidak terjebak dalam urusan dunia semata. “Thariqah mengajarkan keseimbangan antara dzikir dan fikir, antara batin dan lahir. JATMAN hadir untuk menjaga nilai-nilai itu agar tetap hidup di tengah masyarakat,” imbuhnya.
Hasil musyawarah menetapkan KH. Ahmad Syafi’i sebagai Ketua Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah (JATMAN) Kabupaten Pringsewu masa khidmat 2025–2030, dan KH. Abah Anom Syeikh Mufasirin sebagai Ketua Koordinator JATMAN Pringsewu.
Dengan terpilihnya kepengurusan baru ini, diharapkan JATMAN Pringsewu semakin aktif dalam pembinaan jamaah, penguatan spiritualitas umat, serta menjaga ajaran thariqah mu’tabarah yang berlandaskan sanad keilmuan yang sahih.
Kegiatan musyawarah ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh para sesepuh, diiringi harapan agar kepengurusan yang baru mampu membawa JATMAN Pringsewu menuju arah yang lebih maju dan penuh keberkahan bagi umat.
Tags
Lampung