Mahasiswa KKN PPM 82 ITERA Dorong Optimalisasi Limbah Kulit Kakao Menjadi Pupuk Organik di Desa Ketapang


Desa Ketapang, Kecamatan Limau, Kabupaten Tanggamus, Lampung - Kakao merupakan salah satu komoditas unggulan yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat Desa Ketapang. Sebagian besar penduduk desa menggantungkan aktivitas ekonominya pada sektor perkebunan kakao, khususnya dari hasil penjualan biji kakao. Tingginya produksi kakao tersebut, di sisi lain, menghasilkan limbah berupa kulit kakao dalam jumlah yang cukup besar dan hingga kini belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat setempat.

Selama ini, kulit kakao yang dihasilkan setelah proses pemisahan biji umumnya hanya dibuang di sekitar area kebun atau dibiarkan membusuk secara alami. Kondisi tersebut tidak hanya menimbulkan permasalahan kebersihan lingkungan, tetapi juga berpotensi menurunkan kualitas tanah serta memicu munculnya organisme pengganggu tanaman. Kurangnya pengetahuan dan informasi mengenai pengelolaan limbah pertanian menjadi salah satu faktor utama belum optimalnya pemanfaatan limbah kulit kakao.

Menanggapi permasalahan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) 82 Institut Teknologi Sumatera (ITERA) melaksanakan kegiatan sosialisasi pemanfaatan limbah kulit kakao menjadi pupuk organik. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai alternatif pengelolaan limbah pertanian yang ramah lingkungan dan mudah diterapkan.

Pelaksanaan kegiatan difokuskan pada sosialisasi pembuatan pupuk organik melalui pemutaran video tutorial yang telah disusun oleh mahasiswa KKN PPM 82 ITERA. Video tersebut memuat tahapan pembuatan pupuk kompos dari limbah kulit kakao dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal seperti kulit kakao, kotoran kambing, tanah, serbuk kayu, EM4, dan gula aren. Penyajian materi dalam bentuk video diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam memahami proses pembuatan pupuk secara runtut dan jelas.

Selain pemutaran video, mahasiswa KKN PPM 82 ITERA juga menampilkan hasil produk pupuk kompos yang telah jadi sebagai contoh nyata pemanfaatan limbah kulit kakao. Penunjukan produk ini bertujuan untuk memberikan gambaran langsung kepada masyarakat mengenai bentuk, tekstur, dan hasil akhir pupuk organik yang dihasilkan dari proses pengolahan tersebut.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa KKN PPM 82 ITERA juga menyampaikan informasi mengenai manfaat penggunaan pupuk organik, seperti meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki struktur tanah, serta mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia. Diharapkan, informasi yang disampaikan dapat mendorong masyarakat untuk mulai memanfaatkan limbah kulit kakao secara mandiri.

Antusiasme masyarakat terlihat dari perhatian dan respons positif selama kegiatan sosialisasi berlangsung, khususnya saat pemutaran video dan penjelasan mengenai produk pupuk kompos yang ditampilkan. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah pertanian secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN PPM 82 ITERA berharap sosialisasi pemanfaatan limbah kulit kakao menjadi pupuk organik dapat memberikan pengetahuan baru bagi masyarakat Desa Ketapang serta mendorong penerapan pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan di tingkat desa.

Lebih baru Lebih lama

Editor : Havid Nurmanto

نموذج الاتصال