Mahasiswa KKN ITERA Dorong Pemanfaatan Limbah Jagung Jadi Energi Alternatif dan Minuman Herbal di Desa Sriwedari


Pesawaran - ITERA NEWS. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi Sumatera (ITERA) melaksanakan dua program berbasis pemanfaatan limbah pertanian jagung di Desa Sriwedari, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran. Kegiatan tersebut meliputi pembuatan dan sosialisasi arang briket dari bonggol jagung serta inovasi pengolahan rambut jagung menjadi minuman herbal yang dilaksanakan di rumah warga desa pada Selasa (27/1/2026) dan Sabtu (31/1/2026).

Program ini dilatarbelakangi oleh melimpahnya limbah jagung di Desa Sriwedari yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Bonggol jagung umumnya dibuang atau dibakar, sementara rambut jagung dianggap tidak memiliki nilai guna. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN ITERA berupaya mendorong pemanfaatan limbah pertanian menjadi produk yang ramah lingkungan, bermanfaat bagi kesehatan, serta berpotensi dikembangkan sebagai peluang usaha rumah tangga.

Sosialisasi Briket Bonggol Jagung sebagai Energi Alternatif

Pada program kerja pertama, mahasiswa memberikan sosialisasi dan pelatihan pembuatan arang briket berbahan dasar bonggol jagung kepada ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Briket ini diperkenalkan sebagai sumber energi alternatif yang dapat digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, sekaligus sebagai solusi pengurangan limbah pertanian. Proses pembuatan dijelaskan secara sederhana agar mudah dipahami dan dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat.

Inovasi Minuman Herbal dari Rambut Jagung

Pada program kedua, mahasiswa KKN ITERA menyosialisasikan pemanfaatan rambut jagung sebagai minuman herbal kepada ibu-ibu Kelompok Wanita Tani. Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan penjelasan mengenai manfaat rambut jagung bagi kesehatan, cara pengolahan yang benar, teknik penyimpanan, serta rekomendasi penambahan bahan alami atau rempah untuk meningkatkan cita rasa teh rambut jagung.

Perwakilan mahasiswa KKN ITERA, Roiq Syahrul Munir dari Program Studi Teknik Mesin, menyampaikan bahwa pemanfaatan bonggol jagung sebagai briket diharapkan dapat menjadi alternatif energi yang mudah dibuat dari bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin masyarakat melihat bahwa bonggol jagung tidak hanya menjadi limbah, tetapi juga bisa diolah menjadi briket yang ramah lingkungan dan bermanfaat untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Desinta Nabila Hakim dari Program Studi Teknologi Pangan yang terlibat dalam program pemanfaatan rambut jagung. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membuka wawasan masyarakat mengenai potensi bahan alami yang selama ini terabaikan.

“Rambut jagung sebenarnya memiliki banyak manfaat, terutama jika diolah menjadi minuman herbal. Kami berharap pengetahuan ini dapat diterapkan secara berkelanjutan dan memberi nilai tambah bagi masyarakat,” jelasnya.

Kegiatan ini diikuti oleh warga Desa Sriwedari dan didampingi oleh tim mahasiswa KKN ITERA di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan, Zada Agna Talitha, S.T.P., M.Si. Antusiasme warga terlihat selama proses sosialisasi dan praktik, khususnya saat mencoba langsung pembuatan briket dan pengolahan minuman herbal.

Melalui program ini, mahasiswa KKN ITERA berharap masyarakat Desa Sriwedari dapat lebih kreatif dalam memanfaatkan potensi lokal, mengurangi limbah pertanian, serta memperoleh manfaat ekonomi dan kesehatan dari inovasi sederhana berbasis sumber daya desa (Rilis/Humas)
Lebih baru Lebih lama

Editor : Havid Nurmanto

نموذج الاتصال