Desa Tanjung Agung yang berada di Kecamatan Kota Agung Barat, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung merupakan kawasan pesisir yang memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat serta kelestarian lingkungan pantai. Sebagai bagian dari program kerja Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Institut Teknologi Sumatera, mahasiswa melaksanakan kegiatan pemetaan dan analisis perubahan garis pantai dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan gambaran umum mengenai dinamika wilayah pesisir sebagai dasar perencanaan pembangunan yang lebih berkelanjutan.
Peta yang berjudul Peta Perubahan Garis Pantai Tahun 2015-2025 Desa Tanjung Agung dibuat dengan skala 1:5.000 pada kertas A0 dan menggunakan proyeksi Universal Transverse Mercator (UTM). Data dasar diperoleh dari citra satelit Landsat 8 yang telah melalui proses koreksi geometrik dan radiometrik untuk memastikan akurasi informasi. Analisis multitemporal dilakukan untuk mengamati kondisi garis pantai pada tiga titik waktu penting, yaitu tahun 2015, 2020, dan 2025, sehingga dapat diketahui pola perubahan yang terjadi, baik berupa abrasi maupun akresi. Untuk mengukur tingkat perubahan, mahasiswa KKN menggunakan parameter Erosion Prevention Rate (EPR) dengan rentang nilai mulai dari -11.8 hingga 4.0. Peta juga menampilkan elemen penting seperti titik intersect, baseline, batas wilayah desa, serta garis pantai dari masing-masing tahun pengamatan.
Hasil pemetaan menunjukkan dinamika yang signifikan selama periode 10 tahun. Nilai EPR yang bervariasi mengindikasikan adanya zona dengan tingkat erosi yang berbeda-beda, mulai dari tingkat sangat tinggi (dengan EPR ≤ -3.0) hingga zona yang mengalami akresi atau perubahan minimal (dengan EPR ≥ 0.5). Perubahan tersebut dipengaruhi oleh kombinasi faktor alamiah seperti aktivitas gelombang laut, pasang surut, serta faktor manusia seperti penggunaan lahan pesisir dan eksploitasi sumber daya alam di sekitar wilayah pesisir.
Informasi yang dihasilkan dari peta ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemerintah desa, instansi terkait, dan masyarakat dalam menyusun langkah pengelolaan wilayah pesisir. Data tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung upaya mitigasi erosi, perlindungan ekosistem pantai, serta perencanaan pembangunan yang mempertimbangkan aspek lingkungan. Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian kawasan pesisir semakin meningkat demi keberlanjutan lingkungan dan mata pencaharian di masa mendatang.
Tags
Inovasi