![]() |
Mahasiswa KKN Program Studi Teknik Kelautan Itera melakukan pengukuran dengan rambu ukur di batu pelindung pantai dekat lokasi pipa intake tambak di Kalianda, Lampung Selatan.
|
Tim dosen Program Studi Teknik Kelautan, Fakultas Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan (FTIK), Institut Teknologi Sumatera (Itera) melakukan kajian sistem intake pada sebuah tambak udang di Kalianda, Lampung Selatan. Kegiatan ini merupakan program Pengabdian kepada Masyarakat skema Pemberdayaan Masyarakat Lingkup Kepakaran (PMLK) 2026 yang didanai LPPM Itera.
Tim diketuai oleh Mustarakh Gelfi, dengan anggota Muhammad Fatkhurrozi dan Muhammad Rizki Saleh, serta melibatkan enam mahasiswa KKN Teknik Kelautan.
Tambak tersebut mendapat air laut melalui dua pipa intake sepanjang 73 meter, sebagian terendam di laut dan sebagian melintasi pantai menuju rumah pompa. Pipa ini sering tercabut dan patah sehingga harus diganti hampir setiap bulan.
“Kami ingin mengetahui penyebab teknisnya terlebih dahulu sebelum menentukan solusi,” ujar Mustarakh Gelfi.
Tim melakukan survei kondisi pipa, pemetaan dengan drone, pengukuran pasang surut, dan pengambilan sampel sedimen. Data tersebut dilengkapi dengan peramalan gelombang, lalu dianalisis untuk menghitung beban gelombang pada pipa.
Hasil kajian menunjukkan bahwa gaya angkat gelombang pada pipa jauh melebihi kemampuan besi tancap yang selama ini digunakan sebagai tumpuan. Ketika beberapa tumpuan lepas, pipa menjadi tidak tertahan dan mudah patah, terutama di bagian sambungan.
Tim kemudian membandingkan beberapa alternatif sistem tumpuan. Rekomendasinya disesuaikan dengan kondisi dasar pantai: pipa ditanam di bagian yang berpasir, dan diikat dengan angkur pada bagian yang berada di atas karang mati.
Hasil kajian dirangkum dalam buku kajian dan rekomendasi desain yang telah diserahkan kepada mitra. Buku tersebut memuat penyebab kerusakan, rekomendasi desain, perkiraan biaya, serta panduan pemasangan dan perawatan.
![]() |
Foto udara drone kawasan tambak di Kalianda, Lampung Selatan; (b) perbesaran jalur pipa intake. Bagian pipa yang terendam berada di atas dasar karang mati, sedangkan bagian di darat melintasi pantai berpasir menuju rumah pompa.
|
![]() |
| (a) Skema potongan memanjang pipa intake: 45 m terendam di atas karang mati dan 28 m melintasi pantai berpasir menuju rumah pompa; (b) tumpuan besi tancap yang selama ini digunakan untuk menahan |
![]() |
| Alternatif sistem tumpuan pipa yang dibandingkan dalam kajian: besi tancap, pemberat beton, angkur ulir, penanaman pipa, dan angkur tanam pada karang. Rekomendasi tim adalah penanaman pipa di bagian pasir dan angkur tanam di bagian karang. |



